Tamara Wibowo, arsitek asal Indonesia yang memiliki perusahaan arsitektur dengan namanya sendiri, Tamara Wibowo Architects berpusat di Semarang yang berdiri sejak 2015. Dengan mengusung konsep seimbang antara interior dan eksterior, memaksimalkan setiap sudut ruang di rumah dan menyatu dengan alam. Tamara pun memiliki filosofi yang berfokus kepada alam dan harus kembali kepada alam.
Tamara pun mengaplikasikan konsep dan filosofinya di rumah pribadinya yang juga bertempat di Bukit Kopi Residence, Semarang, Jawa Tengah. Dengan lahan tanah sebesar 1000 meter dan luas bangunan 600 meter dijadikan kanvas yang sempurna untuk mengekspresikan visi dan filosofi Tamara, dengan sinergi dan harmonisasi sempurna dengan alam antara area outdoor dan indoor, mengusung konsep kayu dan terlihat seperti rumah yang dibingkai dengan kayu, material bangunan rumahnya pun berasal dari alam dan tersaji natural seperti beton poles di lantai, kayu jati finishing natural dan acian yang tersaji mentah di setiap dinding, menunjukkan arsitektur yang memiliki integritas dari jenis pilihan materialnya.
Rumah Tamara yang berposisi di hook atau sudut jalan ini dirancang dengan tema transparan sehingga interior dan eksterior menyatu dan berbaur menjadi satu menyajikan sinergi sempurna antara ruang luar dan dalam. Dengan gagasan desain yang unik menggunakan pohon mangga yang telah tumbuh selama puluhan tahun itu, berpusat pada kebutuhan keluarga Tamara, rancangan rumah pun disesuaikan dengan tiga anaknya yang berusia tiga tahun hingga delapan tahun. Dengan mengharapkan anak-anak yang aktif bermain dengan siraman matahari serta angin yang sejuk, rancangan outdoor pun di buat untuk mengfasilitasi ketiga anaknya. Tamara pun tidak melupakan sisi indoor untuk anak bermain dan berkumpul bersama keluarga.
Dengan atraksi kenyamanan yang sempurna dan visual yang artistik, mampu menggambarkan kebiasaan, filosofi dan hobi dalam kehidupan mereka. Melalui rumah Tamara pun akan terlihat bagaimana isi rumah menyatu dengan alam dan sudut-sudut rumah yang seakan menyatu.
Berdamai dengan Iklim tropis
Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, dengan cuaca yang cukup panas apalagi di siang hari, untuk mensiasati ini, Tamara pun menggunakan unsur alam sehingga rumah menjadi sejuk dan nyaman. Penyajian berbahan natural pun digunakan dengan plafon dari palet kayu dengan kombinasi non keramik dan digantikan dengan beton yang akan membuat rumah pun semakin sejuk, kombinasi natural yang akan terlihat mewah melalui desain Tamara.
Blueprint dari kediaman pribadi Tamara pun dibuat sesuai dengan fungsinya, dengan tiga bagian utama, rumah tinggal, area asisten rumah tangga dan kantor. Uniknya yang menjadi titik pusat hunian adalah pelataran taman yang bertempat di belakang rumah dengan berpusat pada pohon Mangga. Keunikan dari rumah ini pun semakin bertambah karena pada saat Anda memasuki rumahnya akan langsung menemui pantry yang berkonsep modern rustic, disini lah tamu akan menghabiskan waktu. Kemudian tamu pun akan diarahkan ke area ruang makan yang penuh dengan pancaran cahaya alami dari matahari karena jendela panjang yang menghiasi kedua sisi plus lantai dengan motif berwarna biru semakin menambahkan kecerahannya.
Tamara pun banyak menggunakan jendela kaca besar dan berpintu agar sirkulasi udara yang baik serta sinar matahari masuk dengan sempurna ke setiap sudut ruang di rumahnya, rumah yang dijuluki “House of inside and outside” ini pun membingkai area paling pribadi, kamar tidur dengan dikelilingi jendela kaca dan balkon yang menghadap langsung ke pelataran taman.