Mengelola keuangan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan, karena efektifitas dalam
mengelola keuangan menjadi tolak ukur keberhasilan pribadi seseorang, keseimbangan antara
pengeluaran dan pemasukan supaya tidak lebih besar pasak daripada tiang.
Nah berbagai macam cara dalam mengelola keuangan pun menjadi hal yang menarik untuk diadopsi,
setiap negara pun memiliki metode yang berbeda dalam mengatur pengeluaran dan cara menabung
yang sesuai dengan keadaan ekonomi negara tersebut. Kultur negara pun menjadi pengaruh dalam
menentukan porsi investasi dari pemasukan.
Berikut akan dibahas beberapa metode dalam mengelola keuangan :
- Metode Anggaran Bola Salju
Metode ini sangat efektif untuk Anda yang sedang terlilit hutang dengan cara perhitungan
yang membuat Anda harus berkorban dengan menekan pengeluaran. Cara perhitungan
cukup mudah, hitung terlebih dahulu jumlah hutang, kemudian tentukan akan membayar
cicilan hutang tersebut berdasarkan pemasukan Anda. Nah kemudian sisa dari pemasukan
Anda setelah membayar hutang baru bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-
hari. Menekan sifat konsumtif sangat penting dalam mengelola keuangan apabila Anda
terlilit hutang. Hindari diskon, promosi dan lain-lain yang membuat Anda membuat
pengeluaran yang tidak penting. - Metode Amplop
Metode yang cukup kuno ini hanya memerlukan amplop untuk memilah kategori
pengeluaran Anda. Namun metode mengelola keuangan satu ini cukup efektif karena dari
pemasukan Anda langsung disisihkan di setiap amplop untuk membayar pengeluaran rutin.
Cukup membuat daftar pengeluaran Anda dan tuliskan di setiap amplop kemudian masukan
anggaran tersebut di amplop. Misalnya seperti pengeluaran rutin bulanan (Listrik, air dan
Internet), Transportasi, Belanja kebutuhan rumah tangga dan masih banyak lagi tergantung
kebutuhan Anda masing-masing. Metode ini membuat Anda berpikir dua kali untuk
mengeluarkan kebutuhan diluar amplop dan harus pintar-pintar mengatur pengeluaran.
.
- Metode 50/20/30
Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang senator di Amerika Serikat yang
bernama Elizabeth Warren dan sistem mengelola keuangan ini diadopsi oleh orang-orang di
negeri Barat. Dengan metode ini, kamu hanya perlu membagi keuangan dalam tiga kategori,
presentase pun seperti nama metode ini, dimana 50 persen dialokasi kan untuk pengeluaran
yang rutin seperti transportasi, makan, rumah bahkan cicilan. Lalu, 20 persen dari
pemasukan dialokasikan untuk investasi dan tabungan atau dana darurat. Kemudian sisa 30
persen bisa dialokasikan untuk diri sendiri atau kehidupan sosial Anda - Metode Aplikasi Digital
Metode ini sangat cocok dengan keadaan para milenial, karena kesibukan masing-masing
membuat mereka menginginkan hal yang instan dan tidak merepotkan. Lupakan membawa
buku untuk mencatat pengeluaran sehari-hari, mereka lebih memilih untuk menggunakan
applikasi yang dengan mudahnya bisa di dapatkan melalui smartphone yang tentu saja tidak
akan lupa dibawa oleh mereka. Aplikasi ini pun semakin memudahkan dalam mengelola
keuangan yang sangat efektif untuk masyarakat modern dan ini menjadi solusi dan
diadaptasi oleh seluruh dunia seiring dengan perkembangan teknologi yang cepat. - Metode Kakeibo
Yak, Kakeibo ini merupakan metode yang lahir dari negeri sakura alias Jepang. Metode
kakeibo ini cukup rumit karena Anda diharuskan membuat budgeting mulai dari harian,
bulanan dan tahunan dan memiliki tahapan-tahapan untuk mengalokasikan pengeluaran
Anda. Yang pertama mengelola beban pengeluaran rutin seperti listrik, air, internet, biaya
rumah maupun cicilan, tahap kedua kamu harus menentukan berapa besaran pemasukan
yang akan ditabung yang akan menjadi dana darurat Anda. Selanjutnya masuk ke tahap
ketiga dengan mengelola keuangan pengeluaran rutin harian seperti rekreasi, transportasi,
makanan dan lain-lain. Yang keempat adalah pengeluaran rutin tahunan seperti investasi,
liburan dan lain-lain sesuai visi Anda. Yang terakhir adalah mengevaluasi kembali seluruh
pengeluaran yang Anda telah tentukan dengan tujuan untuk bisa lebih menghemat dan
mengecek apakah ada pengeluaran yang bisa dikurangi lagi.